Rabu, 24 Februari 2010

Keilmuan


--Semangat Keilmuan--

"Hai orang-orang beriman,apabila dikatakan kepadamu:'berlapang-lapanglah dalam majelis',maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:'Berdirilah kamu',maka berdirilah,niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." Q.S. Al Mujaadilah 11

Ada dua hal yang dijelaskan susah Al Mujaadilah ayat 11,
1. Etika (sopan santun) bila berada dalam suatu majelis
2. Kemuliaan derajat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan
Peristiwa turunnya ayat ini pada hari Jumat,Rasulullah sedang berkumpul dengan beberapa sahabat di Shuffah (tempat tinggal sementara sahabat yang tidak punya rumah atau balai pertemuan). Kemudian datanglah sahabat yang lain (termasuk ahli badar) namun mereka berdiri agak lama tidak dipersilahkan duduk maka Rasulullah meminta sahabat yang datang lebih dahulu supaya berdiri namun yang disuruh oleh Nabi ada yang tidak senang bahkan orang munafik yang hadir ikut mencela.

Etika di dalam Majelis,
1. Menaati peraturan yang telah ditetapkan
2. Menjaga suasana pertemuan dengan penuh persaudaraan dan paling bertenggami rasa
3. Orang yang datang lebih dahulu mengambil tempat di depan
4. Orang yang terlambat hadir hendaklah menerima keadaan yang ditemuinya
Contoh penerapan sopan santun dalam suatu majelis,
1. Ketika ada pengajian atau peringatan hari besar Islam,baik di masjid,surau,atau madrasah betapapun sempitnya majelis kita selalu melapangkan tempat buat saudara kita.
2. Jika kebetulan terlambat hadir dan tidak mendapat tempat duduk seperti yang diinginkan pada suatu pengajian di desa hendaklah menyadari dan menjaga ketenangan dan tidak usah menyuruh berdiri temannya yang sedang duduk.
3. Tatkala kita naik kendaraan umum melihat nenek berdiri berdesakan lalu kita persilakan nenek tersebut duduk di tempat kita,sementara kita ikhlas dan bersenang hati walaupun berdiri.
Yang perlu diingat oleh seorang pelajar apabila naik sepeda motor ketika pulang atau pergi sekolah hendaklah jangan berjajar sehingga orang lain pengguna jalan tidak terganggu.
Imam Ar Razi berpendapat "Apabila seseorang berlapang hati kepada sesama hamba Allah niscaya Allah akan melapangkan baginya pintu kebajikan di dunia dan di akhirat".

Hubungan antara Imam dan Ilmu
Allah SWT menegaskan bahwa seseorang akan diangkat derajatnya apabila orang itu beriman dan berilmu. Beriman artinya meyakini kebenaran ajaran Allah dan Rasulullah SAW serta taat dan patuh melaksanakannya.
Berilmu artinya mengamalkan ilmu sesuai perintah Allah sehingga dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Antara Iman dan Ilmu ada hubungan yang sangat erat dalam pengamalannya. Iman yang disertai Ilmu membuat seseorang memahami alasan agamanya dengan baik dan suatu pertanda orang itu memperoleh kebajikan di sisi Allah.
Ilmu yang disertai Iman yang mantap,maka ilmu itu akan lebih memberi manfaat dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia.

Manfaat Beriman dan Berilmu
Orang yang beriman hidupnya akan terasa aman dan tenteram karena selalu dekat kepada Allah SWT. Dia hidupnya tidak dihantui oleh rasa takut atau kawatir apabila susah berkepanjangan sampai putus asa. Orang yang beriman senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia karena imam itu akan membuahkan amal-amal shaleh seperti memulyakan tetangga,dermawan,dan mau menolong kepada orang lain.
Adapun orang yang berilmu akan menuju keberhasilan,kemudahan,kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai ilmu. Dengan ilmu pula akan memerangi kebodohan,kemiskinan,dan keterbelakangan yang selama ini masih kita perjuangkan. Dengan kata lain mempunyai ilmu berarti mengetahui kunci keberhasilan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Perilaku Orang yang Memiliki Semangat Keilmuan
Sebagai generasi muda muslim seharusnya memiliki semangat keilmuan sebagai berikut.
1. Gemar belajar dimanapun ia berada baik di sekolah,di madrasah,di rumah,maupun di lingkungan masyarakat
2. Rajin belajar di madrasah dan tidak pernah membolos taat terhadap tata tertib sekolah sehingga nilainya memuaskan dirinya dan kedua orang tuanya sampai cita-citanya tercapai
3. Demi meraih cita-cita seorang pelajar sela bekerja mencari uang untuk membiayai pendidikannya sendiri

0 komentar:

Posting Komentar

yang sopan mas,,,,,

 

MULTI SPEED MEDIA. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com