Akhlaq Tercela
Pengertian akhlaq tercela (Madzmumah) adalah tingkah laku atau budi pekerti yang buruk/jelek yang menyimpang dari syariat Islam. Segala yang menyimpang dari syariat Islam pasti akan berdampak negatif bagi diri dan orang lain.
Macam Akhlak Tercela
Ada ratusan macam akhlak atau tingkah lalu buruk yang harus ditinggalkan di antaranya sebagai berikut.
1. Namimah
Kata Namimah berarti mengadu domba atau memfitnah. Namimah termasuk akhlaqul madzmumah yang wajib dijauhi oleh setiap muslim. Firman Allah,
"Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,suka mencela,yang kian lemari menyebarkan fitnah." Q.S.Al Qalam 10-11
Seorang mukmin hendaklah juga berusaha untuk mewujudkan suasana kehidupan yang aman,damai,dan menjauhi sikap namimah atau memfitnah.
Untuk mengantisipasi terjadinya perbuatan tidak terpuji akibat namimah,Allah SWT memberi petunjuk dalam firman-Nya sebagai berikut.
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita,maka telitilah kebenarannya,agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum yang tanpa mengetahui keadaannya yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu ini." Q.S Al Hujaraat 6
Namimah dapat menimbulkan bahaya besar dalam kehidupan bermasyarakat. Dangan namimah seseorang bisa terpancing emosinya,sehingga terkadang terjadi permusuhan dan keinginan paling membunuh. Dalam suasana kehidupan seperti sekarang,orang yang berbuat namimah sering disebut sebagai provokator. Kita dapat menyaksikan lewat tayangan televisi atau mungkin melihat dengan mata kepala sendiri. Perbuatan-perbuatan anarkis yang dilakukan orang akibat ulah provokator. Perusakan fasilitas umum,penganiayaan,dan pembunuhan sering terjadi hanya karena hasutan provokator.
Allah menegaskan bahwa perbuatan namimah merupakan dosa besar.
Gadab
Gadab berarti marah,yakni merasa tidak senang dan panas karena suatu sebab,misalnya dihina. Gadab juga berarti darah yang memanas di jantung. Karena darah tersebut beredar ke seluruh tubuh,akibatnya muka tampak memerah dan pandangan mata menjadi seram. Sementara itu denyut jantung makin cepat dan tubuh terasa gemetar karena telah terjadi pemanasan dalam tubuh. Apabila emosi tidak terkendali,orang akan mudah melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Islam mendidik umatnya untuk memiliki sifat sabar dan menjauhi Gadab.
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarla kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersikap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung." Q.S. Ali Imran 200
Perintah untuk bersabar = Larangan untuk gadab (marah)
Apabila seseorang terlanjur marah,hendaklah ia mengambil air wudhu untuk meredam kemarahannya. Apabila sudah wudhu masih marah,hendaknya mengambil air untuk mandi.
"Sungguh marah itu berasal dari setan dan setan diciptakan dari api dan api hanya dapat dipadamkan dengan air. Oleh sebab itu,jika diantara kamu marah,hendaklah berwudhu" HR. Abu Dawud
Pada Q.S. Al Baqarah 155-157 diterangkan bahwa orang yang sabar akan mendapat rahmat dan petunjuk dari Allah SWT,yaitu sebagai berikut.
a. Ketenangan dalam menghadapi persoalan hidup
b. Kemampuan untuk mengatasi persoalan tersebut
c. Pahala dari sisi Allah SWT
Berkelahi
(pada post berikutnya)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar
yang sopan mas,,,,,