Senin, 22 Februari 2010

Gaib


ALAM GAIB

Sebenarnya alam dapat dibagi menjadi dua. Pertama alam tampak (konkret) atau alam dunia ini.
Kedua alam yang tidak tampak,yaitu alam gaib. Alam gaib (abstrak) adalah alam yang tidak tampak dilihat oleh panca indra manusia.
Bukankah setiap yang tidak dapat dilihat itu belum tentu ad...?

Kita justru bernapas dengan (O2) oksigen,
yang tidak tampak seperti apa,tetapi pasti ada. Demikian juga aliran listrik yang tidak tampak,tapi kita perlu yakin kabel yang dialiri listrik pasti ada setrumnya.
Begitu juga alam gaib setelah hari akhir pasti ada,hanya tidak tampak oleh indra kita.
Dalam perjalanan hidup,manusia mengalami 5 macam alam.
1. Alam roh/arwah
2. Alam rahim/alam kandungan 9 bulan 10 hari
3. Alam dunia sejak jasad lahir sampai mati
4. Alam barzah atau alam kubur,sejak mati sampai kiamat
5. Alam akhirat,sejak manusia dibangkitkan sampai dengan tak terbatas/hakiki (surga dan neraka)
Setelah kiamat kubra,maka manusia memasuki alam akhirat. Mula-mula Allah SWT menghidupkan Malaikat Israfil untuk melaksanakan tugasnya,yaitu meniup sangkakala sebagai tanda hidupnya kembali manusia di akhirat setelah itu manusia mengalami 4 tahapan.
1. Yaumul Ba'ats
2. Yaumul Mahsyar
3. Yaumul Hisab
4. Yaumul Jaza'

Yaumul Ba'ats
Awal dari yaumul akhir adalah yaumul ba'ats,yaitu hari bangkitnya manusia dari alam kubur. Ada sebagian manusia yang menyangsikan adanya hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur. Keraguan manusia tentang hal itu diterangkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya pada Q.S. An Nahl 38
Menghidupkan manusia dari alam kubur tidaklah sulit bagi Allah SWT,karena sebelumnya menciptakan sesuatu yang belum ada saja hal yang mudah bagi Allah SWT,karena Allah Maha Kuasa. Ibarat PLN mematikan listrik disebuah kota dengan begitu mudahnya dihidupkan kembali.

Mahsyar (Berkumpul)
Mahsyar artinya tempat berkumpul manusia pada hari kiamat. Pada hari kiamat kelak semua manusia akan dibangkitkan kembali dari kuburnya. Setelah itu dikumpulkan di suatu tempat untuk menunggu pemeriksaan atas perhitungan amal yang telah dilakukan selama hidup di dunia,Q.S. Saba 40
Di Padang Mahsyar semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Di sini tidak ada hidup tolong-menolong yang ada hanyalah pertanggungjawaban terhadap diri sendiri. Apa yang pernah dibuatnya di dunia adalah menjadi tanggung jawabnya. Pada hari kiamat seseorang baik itu keluarga,saudara,kenalan baik,semuanya tidak ada yang dapat menolong.
Bagi orang yang tidak beriman dan ingkar kepada Allah SWT akan tampil dengan wajah yang buruk,sedih,dan takut,ibarat matahari jaraknya hanya sejengkal di atas kepala. Q.S. Al Mumtahanah 3
Pada waktu itu orang-orang yang tidak beriman atau kafir dikumpulkan dalam keadaan buta. Q.S. Al Israa' 97

Yaumul Hisab
Hisab artinya perhitungan. Semua amal perbuatan manusia selama di dunia akan diperhitungkan. Semua perbuatan manusia dicatat dalam buku laporan. Semua orang dapat mengetahui isi buku laporan ini,walaupun orang tersebut tidak dapat membacanya. Laporan itu diberikan kepada masing-masing orang dalam posisi yang berbeda. Ada yang menerima dengan wajah yang gembira ada pula yang menerima dengan wajah yang penuh ketakutan. Q.S. Al Insyiqaaq 7-11
Suasana pada waktu itu amat mencelakakan dan menakutkan,orang tidak mungkin lagi dapat berdusta atau membela diri. Semua anggota badan dan semua amal nampak hidup dan berbicara memberi kesaksian. Dari hasil perhitungan itulah ditentukan balasan dari amal perbuatan manusia,orang-orang yang selama hidupnya di dunia melakukan amal shaleh akan mendapatkan imbalan yang menyenangkan di surga. Sebaliknya,orang yang berbuat kejahatan dan kemaksiatan,yang tidak beriman akan mendapatkan balasan berupa azab di neraka.

Yaumul Jaza'
Yaumul Jaza' ialah hari pembalasan atas amal perbuatan manusia yang pernah dilakukan di dunia dengan seadil-adilnya. Bagi orang yang beriman terhadap-Nya mendapat balasan surga,tempat bebahagiaan hakiki,sedangkan bagi orang yang ingkar,kafir,musyrik mereka akan mendapat balasan neraka. Tempat siksa yang sangat pedih tiada taranya.

Yaumul Mizan
Mizan artinya timbangan. Amal perbuatan manusia diperhitungkan dengan timbangan atau neraca yang berupa keadilan. Timbangan keadilan Allah memiliki ketepatan yang tidak mungkin meleset sedikitpun. Semua amal perbuatan manusia dari yang terkecil sampai yang terbesar ditimbang dengan timbangan tersebut. Hasil dari penimbangan itu akan menentukan apakah seseorang akan hidup bahagia atau sengsara.
Q.S. Al Anbiyaa 47
Q.S. Al Mu'minuun 102-103

Surga dan Neraka
(pada post berikutnya)



NB: Please Help Me "X Multi Media 1",,,tanganku lencu nulis terus.

0 komentar:

Posting Komentar

yang sopan mas,,,,,

 

MULTI SPEED MEDIA. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com